Kamis, 25 April 2013

PUTRI MELATI WANGI

                             PUTRI MELATI WANGI


Di sebuah kerajaan, ada seorang putri yang bernama Melati Wangi. Ia seorang putri yang
cantik   dan   pandai.   Di   rumahnya   ia   selalu   menyanyi.   Tetapi   sayangnya   ia   seorang   yang
sombong dan suka menganggap rendah orang lain. Di rumahnya ia tidak pernah mau jika
disuruh   menyapu   oleh   ibunya.   Selain   itu   ia   juga   tidak   mau   jika   disuruh   belajar   memasak.
“Tidak, aku tidak mau menyapu dan memasak nanti tanganku kasar dan aku jadi kotor”, kata
Putri Melati Wangi setiap kali disuruh menyapu dan belajar memasak.


 


Sejak kecil Putri Melati Wangi sudah dijodohkan dengan seorang pangeran yang bernama
Pangeran Tanduk Rusa. Pangeran Tanduk Rusa adalah seorang pangeran yang tampan dan
gagah. Ia selalu berburu rusa dan binatang lainnya tiap satu bulan di hutan. Karena itu ia
dipanggil tanduk rusa.


Suatu hari, Putri Melati Wangi berjalan-jalan di taman. Ia melihat
seekor     kupu-kupu       yang    cantik    sekali   warnanya.      Ia   ingin
menangkap   kupu-kupu   itu   tetapi  kupu-kupu   itu   segera   terbang.
Putri   Melati   Wangi    terus   mengejarnya       sampai    ia  tidak  sadar
sudah     masuk    ke   hutan.   Sesampainya       di  hutan,  Melati   Wangi
tersesat.    Ia  tidak  tahu   jalan  pulang    dan   haripun   sudah    mulai
gelap.


Akhirnya   setelah   terus   berjalan,   ia   menemukan   sebuah   gubuk   yang   biasa   digunakan   para
pemburu   untuk   beristirahat.   Akhirnya   Melati  Wangi   tinggal   digubuk   tersebut.   Karena   tidak
ada   makanan   Putri   Melati   Wangi   terpaksa   memakan   buah-buahan   yang   ada   di   hutan   itu.
Bajunya   yang   semula   bagus,   kini   menjadi   robek   dan   compang   camping   akibat   tersangkut
duri dan ranting pohon. Kulitnya yang dulu putih dan mulus kini menjadi hitam dan tergores-
gores karena terkena sinar matahari dan duri.


Setelah     sebulan     berada    di  hutan,   ia  melihat    Pangeran      Tanduk     Rusa    datang    sambil
memanggul seekor rusa buruannya. “Hai Tanduk Rusa, aku Melati Wangi, tolong antarkan
aku   pulang,”   kata   Melati   Wangi.   “Siapa?   Melati   Wangi?   Melati   wangi   seorang   Putri   yang
cantik dan bersih, sedang engkau mirip seorang pengemis”, kata Pangeran Tanduk Rusa. Ia
tidak mengenali lagi Melati Wangi. Karena Melati Wangi terus memohon, akhirnya Pangeran
Tanduk Rusa berkata,” Baiklah, aku akan membawamu ke Kerajaan ku”.


Setelah     sampai    di  Kerajaan     Pangeran     Tanduk     Rusa.    Melati   Wangi    di  suruh   mencuci,
menyapu   dan   memasak.   Ia   juga   diberikan   kamar   yang   kecil   dan  agak   gelap.   “Mengapa
nasibku menjadi begini?”, keluh Melati Wangi. Setelah satu tahun berlalu, Putri Melati Wangi
bertekad   untuk   pulang.   Ia   merasa   uang   tabungan   yang   ia   kumpulkan   dari   hasil   kerjanya
sudah   mencukupi.   Sesampainya   di   rumahnya,   Putri   Melati   Wangi   disambut   gembira   oleh
keluarganya yang mengira Putri Melati Wangi sudah meninggal dunia.


                     Sejak   itu   Putri   Melati   Wangi   menjadi   seorang   putri   yang   rajin.   Ia   merasa
                     mendapatkan pelajaran yang sangat berharga selama berada di hutan dan
                     di  Kerajaan     Pangeran     Tanduk     Rusa.   Akhirnya    setahun    kemudian      Putri
                     Melati Wangi dinikahkan dengan Pangeran Tanduk Rusa. Setelah menikah,
                     Putri Melati Wangi dan Pangeran Tanduk Rusa hidup berbahagia sampai
                     hari tuanya.



PUTRI MELATI WANGI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar