Senin, 22 April 2013

LANDI LANDAK YANG KESEPIAN

                LANDI LANDAK YANG KESEPIAN


Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya.
Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di
badannya. “Maaf Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam,” kata Cici
dan teman-temannya. Tinggallah Landi sendirian. Ia hanya bisa bersedih. “Mengapa mereka
tidak mau berteman dan bermain denganku?, padahal tidak ada seekor binatang pun yang
pernah tertusuk duriku,” gumam Landi.


Hari-hari berikutnya Landi hanya melamun di tepi sungai. “Ah, andai saja semua duriku ini
hilang,   aku   bisa  bebas    bermain    dengan    teman-temanku”,       kata  Landi   dalam    hati.  Landi
merasa      tidaklah  adil  hidupnya    ini,  selalu  dijauhi  teman-temannya.       Ketika   sedang    asyik
dengan lamunannya, muncullah Kuku Kura-kura. “Apa yang sedang kau lamunkan, Landi?”
sapa kuku mengejutkan. “Ah, tidak ada,” jawab Landi malu. “Jika kau mempunyai masalah,
aku siap mendengarkannya,” kata Kuku.


Kuku   kura-kura   kemudian   duduk   di   sebelah   Landi.   Lalu   Landi
mulai   bercerita   tentang   masalahnya.   “Kau   tak   perlu   khawatir.
Aku    bersedia    menjadi    sahabatmu.      Percayalah!”     kata   kuku
sambil   menjabat   tangan   Landi.   Betapa   girangnya  hati   Landi.
Kini ia mempunyai teman. “Tempurungmu tampak begitu berat.
Apa kau tidak merasa tersiksa?” tanya Landi. “Oh, sama sekali
tidak. Justru tempurung ini sangat berguna. Tempurung ini bisa
melindungiku. Jika ada bahaya, aku hanya perlu menarik kaki
dan kepalaku ke dalam.


Hebat     kan?   Selain   itu  aku  tak  perlu   repot   mencari   tempat    tinggal.  “Rumahku      ini  bisa
berpindah-pindah sesuai keinginanku”, kata Kuku kura-kura sambil mempraktekkan apa yang
dikatakannya. Landi landak merasa terhibur.


Suatu    hari,  teman    Landi   yang   bernama    Sam     Kodok    berulang    tahun.  Semua     diundang,
termasuk Landi Landak. “Ayo Landi, kau harus datang  ke pesta itu,” bujuk Kuku kura-kura.
“Aku   tidak   mau   karena   nanti   teman-teman   yang   lain   pasti   akan   menjauhiku   karena   takut


tertusuk duri,” kata Landi dengan sedih. “Jangan khawatir, kau kan tidak sendirian. Aku akan
menemanimu.   Di   sana   banyak   kue   yang   lezat   dam   tentu   saja   buah   apel   loh!”   Mendengar
kata   apel,   Landi   menjadi   tergoda.   Ia   memang   sangat   menyukai   apel.   Akhirnya   Landi   mau
juga berangkat bersama Kuku kura-kura.


Pesta Sam kodok sangat meriah. Wangi aneka bunga tercium disetiap sudut ruangan. Ada
dua meja panjang diletakkan di sisi kiri dan kanan halaman Sam kodok. Di atasnya tersedia
berbagai macam kue dan buah-buahan. “Lihat! Di dekat meja ada satu tong sirup apel!, kata
Landi”.


                                Landi dan Kuku kura-kura memberikan selamat pada Sam kodok.
                                Setelah   meniup   lilin.   Semua   bertepuk   tangan   sambil   bernyanyi
                                “Selamat     Ulang    Tahun”.     Pada   saat    berdansa,     semua     yang
                                diundang   menghindar   dari   Landi   landak.   Mereka   takut   tertusuk
                                duri Landi landak. Akhirnya, Kuku kura-kura lah yang menemani
                                Landi berdansa.


Tiba-tiba, pesta yang mengasyikkan itu terhenti dengan teriakan Tito. Ia datang sambil berlari
ketakutan.     “Awas!    Serigala   jahat   datang!   Tolong…!   Tolong…!   Teriaknya    dengan     napas
tersengal-sengal. Semua menjadi ketakutan. Mereka berlarian menyelamatkan diri. Karena
tidak bisa berlari, Kuku kura-kura langsung memasukkan


kepala   dan   kakinya   ke   tempurung   rumahnya.   Sedangkan   Landi
Landak      segera    menggulung       tubuhnya     menjadi    seperti   bola.
Serigala   jahat   yang   mengejar   teman-teman   Landi   tidak   melihat
tubuh Landi. Tiba-tiba, “Brukk, aduhhh…” teriak serigala jahat. Ia
tertusuk duri tajam Landi Landak. Sambil menahan sakit, Serigala
jahat   langsung   lari   tunggang   langgang.   Maka   selamatlah   Landi
dan teman-temannya.


“Hore..!   Hore…!   Hidup   Landi   Landak!”   semua   binatang   mengelukan   Landi.   Landi   menjadi
tersipu malu karenanya. “Maafkan aku Landi, selama ini aku menjauhimu. Padahal kau tidak
pernah menyakitiku. Ternyata duri tajammu itu telah menyelamatkan kita semua,” sesal Cici
Kelinci. Akhirnya semua yang datang ke pesta Sam Kodok meminta maaf pada Landi Landak
karena telah menjauhinya kemudian mereka pun berterima kasih pada Landi Landak karena
telah melindungi mereka dari serigala jahat. Kini, Landi Landak tidak merasa kesepian lagi.
Teman-temannya   tidak   takut   lagi   akan   durinya   yang   tajam.   Bahkan   mereka   merasa   aman
jika Landi berada di dekat mereka.



LANDI LANDAK YANG KESEPIAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar